kesalahan demi kesalahan
telah terjadi dan kau perbuat
melulu walau tanpa kau sadari terus berkesinambungan
kesalahan-kesalahan itu telah menyatu dalam diri jiwamu
hingga sulit akan kau basuh seka demi hilangkan jejak
kesalahanmu adalah
gambaran kesejatian dirimu
manalah mungkin akan terhapus walau oleh sang waktu
kesalahanmu adalah
selalu merak hati, menyentuh hangat
setiap hati yang mengenalmu, dengan canda keceriaanmu
tebarkan pesona kehangatan yang membumi
kesalahanmu adalah
tampil terbiasa apa adanya dengan
aura kecerdasan yang terpancar dari mata indah sayumu
dalam wajah sumringah penuh tulus kasih sayang
kesalahanmu adalah
kau bukan perempuan biasa
kepiawaianmu gemulaikan aneka tarian di panggung
kehidupan dalam beragam peran nan menantang mampu
jadikanmu bagai pemain watak dalam arena hidupmu
hingga mempesonakan bagi jiwa-jiwa pemerhati mu
kesalahanmu adalah
pesona khas yang deras memancar
dari aura ketubuhanmu, mampu menggugah alam khayal
dan menggoda hasrat setiap lelaki yang mengenalmu
kesalahanmu adalah
pernah kau titipkan rasa jiwamu
kepadanya, dengan segala angan serta harapan besar
dengan segala persembahan cintanya yang hanya untukmu
kau nikmati dalam keterlenaan semu dan memabukkan
dan lalu semua menjadi sangat memuakkan bagimu
kesalahanmu adalah
realita kau ialah cinta sejatinya
dicintai dengan segala deras peluh dan aliran darah
dengan segala perih luka dan duka, tapi nan berharga
kau adalah cinta dan kehidupannya, nyawanya
kau adalah kembang kejora kehidupannya
kesalahan-nya adalah
cinta yang sedemikian agung itu
harus terkotori oleh segumpal awan angkara murka
hingga sedemikian terlalu dia menguasai dan
merampas serta menghentikan arti sebuah perjalanan
dan pencapaian. sebuah ironi kehidupan terjadi.
kini, engkau terjebak dalam kekosongan
terjepit di antara dua kepentingan sejati
antara bergerak dan terpaku
antara berjalan dan berhenti
antara bicara dan terdiam
antara hidup dan mati
antara cinta dan benci
———– Jakarta 25 December 2006
persembahan untuk para perempuan yang merasa terpasung
juga kutitipkan salam untuk seseorang yang selalu kurindui…..
0 Responses to “Sajak untuk Perempuan Terpasung”