05
May
08

jiwa mati terluka hidup

terenyuh angin senja di rembang kemerahan
menyapa dengan belaian lembut dan sekejap merebak
jiwanya menahan tetesan airmata keduaan akan terjatuh
di pangkuan ruang sepi bernama kehampaan..

sosok itu tenggelam dalam lamunan diri…
menerima pertanyaan dari langit,
dia kembalikan untuk tercinta ibu bumi…
dia menggoreskan sepotong ranting kusam dan
mulai menulis dengan irama tak berketentuan

aku akan sabar menanti engkau tuntaskan kisahmu
bisik angin senja meneduhkan gemuruh dalam dada
sepotong hati terkoyak pecahkan medali kepercayaan
tatkala dihampiri kepahitan yang sangat perihkan hati

sebuah luka yang kembali menganga untuk dikenang
darah segar terhambur lepas memerahi putih hatinya
sementara sembilu nan berkilat tajamnya,
menghunjam tepat di atas jantungnya…

tanda sejati kehidupannya. dia pastilah sudah mati sekarang,
ketika hidupnya terambil oleh luka bernanah
dalam tapak kaki yang seharusnya selalu kokoh
untuk menopang semangat dalam perjalanan
menyibak tirai demi tirai misteri kehidupan
mencari rahasia alam pikiran sendiri.

andai pun tak sempat mati seketika…
berapa lama lagi waktu akan berdamai
ketika nganga luka itu tak pernah henti
menghirup aroma racun kehidupan yang pasti
mempercepat kematiannya.

kematian bagi sepotong jiwa yang sedang hidup
mati jiwa di dalam nyawa kehidupan itu sendiri…

………. Jakarta,12 Desember 2006 \ untukmu perempuan


0 Responses to “jiwa mati terluka hidup”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.