AKU perempuan… unpredictable…tak terduga
entah dalam alam nyata pun khayali
semua pintu dunia terbuka lebar untukkumasuki jika kumau
bisa kulipat tubuh untuk lalui sebuah kecil celah antara
agar ku bisa berada di mana aku inginkan
Aku adalah sejati manusia bebas….
bagai bidadari bergairah terbang melayang..
tapi bertujuan pasti, tak terbawa angan dan awan melayang.
Aku adalah perempuan tak terduga…
bisa jinak seperti manjanya anak kucing, tapi..
….bisa ganas bak induk harimau terbuas yang pernah ada
siap mencabik dan melumatkanmu!
jika kau sengaja melukai dan menyakitiku…
aku bisa berdingin hati tapi
akan kuhancurkan dirimu hingga tak bersisa seserpih pun.
jika kau mencintaiku…
kasih sayang tanpa batas adalah isianku bagi jiwamu…selamanya
Aku bisa membelaimu dengan lembut..seperti kapas dibawa angin
namun kupastikan
bisa menamparmu sekeras lemparan bola api membara…
hingga kau akan terlempar ke seberang lautan!
Aku adalah perempuan tak terduga..
bisa berada di mana saja yang kuinginkan,
Di depan, di belakang, di samping, di bawah, atau pun di atas.
Di tempat mana yang paling kuinginkan atau kau inginkan
Aku bisa menjadi ratumu, tapi aku bisa menjadi budakmu.
Suaraku bisa jadi nyanyian kerinduan
Kerlingku bisa jadi kemanjaan anak-anak
Tarianku bisa jadi undangan berahi bagimu
Lekuk tubuhku bisa jadi petikan gitar cinta
Desahanku bisa jadi pemacu magma gairah membara
Langkahku bisa jadi gerak pengintai mangsa.
Aku perempuan tak terduga,
jangan abaikan aku, perhatikan aku!
jangan rendahkan aku, puja aku!, tinggikan aku!..
takkan pernah kau akan menyesal.
Ya….aku adalah perempuan itu.
Perempuan yang punya kemauan dan punya harapan
Perempuan yang punya cinta dan punya benci
Perempuan yang kuat sekaligus lemah
AKU PEREMPUAN UNPREDICTABLE..
mungkin takkan terbayangkan olehmu
bagaimana kau bisa menilai
jika membayangkannya saja kau tak mampu..
Bayangkan aku..
Rengkuhlah aku..
Nilailah aku..
lalu engkau akan terpuruk dalam ketidak pastian tentang aku.
Cobalah…
temukan apa yang ingin kau cari
di dalam diri perempuan sepertiku ini.
—————Jakarta, 14 Juni 2005




